Saturday, December 31, 2016

Trump's strategy is to set Russia against China

The current state of affairs in Ukraine, Iraq and Libya suggests that the United States runs silly and inconsistent foreign politics. Yet,... thumbnail 1 summary
The current state of affairs in Ukraine, Iraq and Libya suggests that the United States runs silly and inconsistent foreign politics. Yet, a more global approach shows that chaos and mess in these countries appear as petty sacrifices on the way to a strategic goal, to which the States may purposefully go for decades. One of those goals for the United States was the destruction of the USSR. That mission was accomplished. What about now? Pravda.Ru conducted an interview on the subject with Anatoly Salutsky, a political commentator, writer, publicist and global expert at the Alliance of Civilizations at the UN.

"How is the policy of the United States going to change in relation to Russia, Ukraine and China after Donald Trump takes office as President?"

"I know what America is like, especially on the level of common people, with whom I have to communicate a lot. No one can answer the question of what is going to happen in the United States in the near future. There are many speculations on the subject and many hopes, but no one wants to make any serious predictions.

"One may hear many experts saying that USA's foreign policy is impulsive, that the Americans get involved in a fight to see what is going to happen afterwards. This point of view is wrong. In fact, the US-led foreign policy is more targeted, and their ruling class is much more rational. They know what they want. They can make a lot of mistakes along the way, and they do make them, and we do point that out. At the same time, the US always follows global goals.

"In the past, the Americans had a global goal to achieve - to destroy their main rival, the Soviet Union. It took them several decades to make it happen. The United States has very long-term goals.

"What long-term and global goals does the United States have now? We can already see them. Today, America's geopolitical rival No. 1 is China. The biggest problem that the United States has to deal with now is the absence of ways to besiege China. The Americans may crop China's feathers a little, but they can not remove China as a competitor. There is only one "clever way" for the USA to go at this point.

"It is an open secret that Ukraine does not pose any interest for the United States. Ukraine is not a part of America's geopolitical interests. Why did the Americans pay so much attention to Ukraine, including financially? Why did they achieve so much influence there?

Brzezinski used to say that one needs to set Slavic nations against each other. They set Ukraine against Russia. Now they need Ukraine to put external pressure on Moscow. Today, the Americans need Russia the way Russia exists today.

Previously, they wanted to dismember Russia. Now they do not want to do it, because in this case, the Far East and Siberia will go to China, and China will become stronger than ever before. Brzezinski's chessboard is now history.

"To put pressure on China, the Americans can block China's main sea routes and oil transportation routes, but this is not important. The biggest danger for the USA is China's intention to build the new Silk Road. China wants to replace its economic cooperation with America. China needs Europe instead. China will be able to reach Europe via the new Silk Road. Therefore, the overland route to the continent is a threat to the States.

To curb China's development, the USA will need to make Russia and China enemies. They have done this with Ukraine, and now they want to do the same with China. They need today's Russia with its strong arms and everything. The only change the Americans need is a new leader in the Kremlin. They need to change Russia's president, while everything else will remain the same."

"Do they want the new leader to be more compliant?"

"Of course, they do. They want to plant "their own" president in Russia, like they did in Ukraine. They control the Kiev authorities from outside. If they succeed in setting Russia against China, the Americans will be on top of the world again.

"Trump has already made it clear: America's prime enemy is China, but not Russia. Trump may try to convince Russia to twist China's arms."

29.12.2016
Interview conducted by Lyuba Lulko
Pravda.Ru

Thursday, December 22, 2016

JALAN MENUJU PERANG DUNIA III BERMULA DENGAN KERUNTUHAN DINASTI SAUD

MENUTUP JENDELA 2016 DENGAN MENYINGKAP TIRAI 2017 DINASTI SAUD - JALAN MENUJU PERANG DUNIA III BERMULA DENGAN KERUNTUHAN DINASTI SAUD &... thumbnail 1 summary
MENUTUP JENDELA 2016 DENGAN MENYINGKAP TIRAI 2017 DINASTI SAUD - JALAN MENUJU PERANG DUNIA III BERMULA DENGAN KERUNTUHAN DINASTI SAUD

"I can be wrong but what if I'm right?" - AF

[Paparan terbaik (PC) dengan menggunakan browser Chrome]

نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Kami panjatkan segala puji padaNya dan kami meminta pertolonganNya. Seraya memohon ampun dan meminta perlindunganNya dari segala keburukan jiwaku dan dari kejelekan amaliahku. Barangsiapa yang telah Allah tunjukkan jalan baginya, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Allah sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam bagi Muhammad saw berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya.

Hadits Muslim 5161

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ نَافِعِ بْنِ عُتْبَةَ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ قَالَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَغْرِبِ عَلَيْهِمْ ثِيَابُ الصُّوفِ فَوَافَقُوهُ عِنْدَ أَكَمَةٍ فَإِنَّهُمْ لَقِيَامٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ قَالَ فَقَالَتْ لِي نَفْسِي ائْتِهِمْ فَقُمْ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ لَا يَغْتَالُونَهُ قَالَ ثُمَّ قُلْتُ لَعَلَّهُ نَجِيٌّ مَعَهُمْ فَأَتَيْتُهُمْ فَقُمْتُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ قَالَ فَحَفِظْتُ مِنْهُ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ أَعُدُّهُنَّ فِي يَدِي قَالَ تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ قَالَ فَقَالَ نَافِعٌ يَا جَابِرُ لَا نَرَى الدَّجَّالَ يَخْرُجُ حَتَّى تُفْتَحَ الرُّومُ

Kalian akan memerangi jazirah arab lalu Allah menaklukkannya, setelah itu Persia lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya, selanjutnya kalian memerangi Dajjal lalu Allah menaklukkannya. Kemudian Nafi' berkata: Hai Jabir, kami tak berpendapat Dajjal muncul hingga Romawi ditaklukkan. [HR. Muslim No.5161]

Hadits Muslim No.5161 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Abdulmalik bin Umair] dari [Jabir bin Samurah] dari [Nafi' bin Utbah] berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam dalam suatu peperangan. Ia berkata: Suatu kaum mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam dari maghrib, mereka mengenakan baju wool, mereka menemui beliau didekat suatu bukit.


Mereka berdiri sementara Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam duduk. Ia (Nafi') berkata: Hatiku berkata: Datangilah mereka dan berdirilah diantara mereka dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam agar mereka tidak menyerang beliau lalu aku berkata: Mungkin beliau berbicara lirih dengan mereka. Aku mendatangi mereka lalu aku berdiri diantara mereka dan beliau.

Aku menghafal empat kalimat dari beliau, aku menghitungnya dengan tanganku. Beliau bersabda: "Kalian akan memerangi jazirah arab lalu Allah menaklukkannya, setelah itu Persia lalu Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya, selanjutnya kalian memerangi Dajjal lalu Allah menaklukkannya." 

Kemudian Nafi' berkata: Hai Jabir, kami tidak berpendapat Dajjal muncul hingga Romawi ditaklukkan.]]]

Hadits Riwayat Tsauban Radhiallahu 'anhu bahawa Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى وَأَحْمَدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْتَتِلُ عِنْدَ كَنْزِكُمْ ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ ابْنُ خَلِيفَةٍ ثُمَّ لَا يَصِيرُ إِلَى وَاحِدٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَطْلُعُ الرَّايَاتُ السُّودُ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ فَيَقْتُلُونَكُمْ قَتْلًا لَمْ يُقْتَلْهُ قَوْمٌ ثُمَّ ذَكَرَ شَيْئًا لَا أَحْفَظُهُ فَقَالَ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ فَإِنَّهُ خَلِيفَةُ اللَّهِ الْمَهْدِيُّ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya dan Ahmad bin Yusuf keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Sufyan At Tsauri dari Khalid bin Al Khadza dari Abu Qilabah dari Abu Asma Ar Rahabi dari Tsauban dia berkata, "Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kelak tiga orang akan berperang di perbendaharaan kalian ini (iaitu Ka'bah), dan kesemuanya adalah anak khalifah. Dan tidak ada yang menang melainkan satu orang, lalu muncullah bendera-bendera hitam dari wilayah timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salji, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi."

Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi 5:4074: Mustadrak Al-Hakim 4:463-464.

Dan dia berkata, “Ini adalah hadits sahih menurut syarat Syaikhain."

Perkataan Hakim ini juga disetujui oleh adz-Dzahabi, Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah isnad yang kuat lagi sahih.” (Kitab Nihayah fil fitan wal malahim 1:26 dengan tahqiq Dr. Thana Zaini. Fitnah & Petaka Akhir Zaman, Abu Fatiah Al -Adnani, Penerbit GMT hal. 150.
 

Cetakan 1. Januari 2007. Edisi Revisi. Solo.

TENTERA BANI ISHAQ

### CATATAN ENTRI ###

1. Ini merupakan entri penutup di Facebook saya bagi tahun 2016 dalam urusan Pemantauan Akhir Zaman - Al 'Alamatus Sa'ah.

2. Entri di atas tajuk ini akan dikemaskinikan dari masa ke semasa di blog Al Faedah selepas catatan2 induk dilengkapkan di sini.

3. Tiada kemaskini mutakhir akan dilakukan di sini, hanya di blog.

4. Saya tidak menetapkan masa/tarikh tertentu untuk melengkapkan entri ini di blog sekalipun. Ia akan dikemaskinikan dari masa ke semasa mengikut keperluan dan keadaan. Insyaa' Allah.

5. Saya tidak akan bergiat di mana2 platform messenger untuk mengulas sebarang hal yang berkaitan selepas ini kecuali di Whatsapp Group Kiat Langkah Tiga​ di mana dari masa ke semasa, saya akan mengulas secara rawak dan spontan.

6. Artikel ini dibentuk kerana mutakhir ini ada beberapa sahabat yang meminta pendapat saya mengenai pergolakan2 yang bakal dihadapi pada tahun 2017 berdasarkan perkembangan2 seperti perlantikan Presiden Donald Trump, kes perang di Syria yang melibatkan Rusia, Syria, Iran serta blok Barat.

7. Pendirian saya adalah kita perlu memerhatikan dengan teliti perkembangan di Jazirah Arab khususnya Arab Saudi bagi tahun 2017 berdasarkan beberapa pengamatan serta penilaian semula ahadis2 berkenaan jazirah Arab di akhir zaman dan analisis perkembangan semasa dunia mengenai Dinasti Saud yang akan saya jelaskan kemudian secara berperingkat.

8. Ahadis² yang berkaitan kuat dengan hipotesis 2017 ini berbalik kembali kepada;

1) Hadits Tsauban, 3 Anak Raja berebut Khilafat,

2) Hadis Jibril; Hamba melahirkan tuannya & perlumbaan membina bangunan tinggi oleh Arab Badwi dengan beberapa perincian serta kefahaman baru.

9. Oleh yang demikian kesemua perincian ini akan rumuskan di blog AF, dan untuk tahun 2017 saya berazam untuk fokus pada kegiatan di gelanggang dan mengadap para ulama i kiram dengan seizin ALLAH SWT.

 
** TEKS INTRO LATARBELAKANG ARTIKEL ANALISIS DINASTI SAUD 2017 **

https://www.facebook.com/kiatlangkah3/posts/1424431024522105:0

AK HARIZ: Sy nk tahu pendapat tn tentang isu tghh visit iran dan isu kuis

LAN SP K3: Phm tn..

AK HARIZ: Mcm bercelaru media sosial dibuatnya


AF: tgh?

AK HARIZ: Haji hadi

AF: susun ayat leklok sy x phm.
  
AF: feeds sy suma byk dh mati & sy kurang follow ahwal semasa skrang. jd bg sy phm.
 

AF: tp kalau sebut kuis & iran sy phm dlm kerangka fitan 2017 yg baru dirumuskan.

AK HARIZ: Kesatuan ulama pula kecam Abdul HadiDr Yusuf al-Qaradawi dilaporkan mengecam tindakan Abdul Hadi menghadiri perhimpunan antara mahzab di Tehran..

AK HARIZ: https://m.malaysiakini.com/news/366689

AK HARIZ: Ini isu dia tuan.

AK HARIZ: Adakah kesatuan ulama dunia juga tgh dilanda fitan besar.

AF: dan dlm masa² terdekat ini sy akan fokus pd fitan 2017 di sini & lebih perinci di blog nnti. dan saya dah cakap, saya dah ada rumusan pun, walaupun saya tatau hal yang anda bawa ini.

AK HARIZ: Rakan2 ramai ahli pas/pan sbb tu bercelaru news feed den. AF: jadi kalau semua terus diam membatu pandai2 lah. sy nk bckp pun ada had sy. nmpak mcm ada kaitan dgn rumusan sy utk 2017. sy belum tau hal ni.

AK HARIZ: Oh kira main isu fahaman puak2 n pecah belah gak la ni kan.

AF: elok anta beri sipnosis. sy malas baca sana sini skrang. beri sipnosis dlm kerangka yg anda fhm. kalau sy minta rujukan makna sy nk baca.

LAN SP K3: Rumusan tn skrg di fb atau blog?

AF: sy belum catat di mana² walaupun ada menyentuh hal² lama dgn perincian² baru. sy akn sentuh di sini & perincikan di blog. kalau semua buat derk sy pun x nk buang masa.

AK HARIZ: Sy difahamkan tn guru hj hadi menghadiri perhimpunan antara mazhab di tehran iran yg pernah dihadiri sebelum2 ini oleh habib umar dan aljufry dan beberapa ulama sunni yg lain dalam usaha utk membincangkan perbezaan antara mazhab/fahaman dlm islam.

AF: wasap grup sey bkn tempat ngelamun & santai. bukan qarodhawi pon dulu pro grup yg sama?

AK HARIZ: Tp peminpin tertinggi kuis yakni yusuf al qaradhawi mcm xbersetuju atau tidak tahu menahu akan hal ini

AF: sy x eran pon kalau dia pusing keliling. ulama NATO Mossad. puak habaib pi sekali? al azhar?

AK HARIZ: Dulu pernah attend katanya.

AF: dulu sy tau. sy tanya hat ni.

AK HARIZ: Hat ni x sure

AF: PAN hentam tgha? tuan ibrahim langgar tgha hal ni?

AF: Jadi pendapat saya jangan campor, tutup semua feed hal ni. dan ikut sampai habis & phm apa yg sy nk sampaikan dlm hal rumusan FITAN: 2017. tajuk besar & fokusnya ialah dinasti Saudi. ada masa nnti sy akn ckp sikit di sini & perincian di blog. kita dah dapat zoom pada trigger titik panas yang berkenaan. Wallahu a'lam.


AK HARIZ: Oh maklum tn.


AK HARIZ: Dinasti saudi ada changes lg ke dlm sela masa 2 3 tahun ni tn.


AF: clue ringkasnya kalau nk faham jalan ke WWIII saya rasa kena pandang hala Saud dari sekarang. bukan Syria, bukan LCS, bkn Ukraine. Saudi.

AF: sebab ada beberapa orang tanya saya hal 2017, Trump, Syria dsbnya. sy pun tak ingat sapa2. saya rasa anda buang masa kalau tak nampak/pandang hala ke Saud.

AK HARIZ: Sy dh xcampur pasal isu syria/ukraine/lcs skrg ni tn.

AF: Siri2 false flags pun tengah meningkat sekrang suma akan tambah celaru.

AK HARIZ: Nampak mcm fake pun ada.

AF: fokus. bukan hal campur. kita memang tak campor. soalnya nak fokus ke mana. Dan saya pilih untuk fokus pada Saudi untuk 2017. Bukan saya tak ambil tahu hal Syria dll.

KHAMAL AK: Betul tuan, saudi paling hampir dengan baiahnya IM kelak..

AF: untuk 2017. jadi saya tak rasa saya akan menyimpang kecelaruan yang berselirat di mana² kalau saya fokus.

AK HARIZ: Ok faham skrg.

AF: Habis ulas saya akan diam dalam semua hal2 lain yg berbangkit. Itu maksud saya fokus. jadi minima semak kepala saya.

AF: Saya nak pandang satu titik panas saja yang saya suspek bakal diledakkan 2017.

HAFFIZ MASTOR: FITAN Y2017 keyword : FOKUS, DINASTI SAUD

AF: teruk wasap ni kan. nak tag apa pun x boleh. anta star kan. search keyword mmg boleh.

AK HARIZ: Susah nk remark.. dh la kurang secure.

AF: we have 1 year to see if im wrong.

aaron haider AK:

HAFFIZ MASTOR: * macam ni ka bang.. adoi fail betul sy ni bab gadget2.

AF: akhie aaron anta take note & star kan.

AF: bkn * manual.

AF: kalau tekan lama satu2 msg ada tanda star di tab atas.

AF: star kan dia.

AF: kemudian nanti dia akan simpan dlm STARRED MESSAGES

AF: pilih mesej dulu baru STAR kan dia dgn menekan bbrapa saat pd msj.

HAFFIZ MASTOR: ok bang sy dapat buat..

AF: boleh select byk msg x smesti satu utk di star kan.

AF: Ahadis² yg berkaitan kuat dgn hipotesis 2017 ini berbalik kembali pada hadis tsauban, 3 anak raja berebut khilafat, hadis jibril hamba melahirkan tuannya & perlumbaan membina bangunan oleh arab badwi dgn perincian baru.

aaron haider AK: *

AF: Kemudian hadis kronologi peperangan akhir zaman.

HAFFIZ MASTOR: kat atas tu ada lambang bintang, warigh kena tekan situ..

AF: select/piih & star kan.

AF: Dalam hipotesis 2017 ini saya tetap kata SAUDI akan tumbang dan dikorbankan terlebih dulu. Kemudian IRAN. Baru kembali pada isu Syria Rum Rusia NATO AS.

aaron haider AK: Ok noted.

AF: bg sy perkembangan semasa dunia sdg menunjukkan isyarat2 pd kronologi yg sama.

AF: lepas Rum, Turki tumbang. jadi mmg tidak akan lari dr hadis. jika benar maka tahun yg baik utk naik Hajj lah rasanya.

aaron haider AK: Saya nampak pembunuhan duta rusia adalah well planned.

AF: jika tidak, boleh habiskan tahun 2017 dgn aman dulu.

AF: Mmg well planned tp Putin punya move sgt hebat sekarang in response.

AF: ada masa sy akan boh di blog. putin x kan melatah. diplomasi & intel dia sgt kukuh.

aaron haider AK: Erdogan dgn putin nampak mcm sehaluan.

AF: erdo1 kita tdk trust. hes a player.

aaron haider AK: Oic.

AF: tp mcm sy ckp priority sy skang ialah Saudi. jd sy x nk buang masa kaji sana sini. Saudi sedang disediakan utk dikorban.

aaron haider AK: Ok dah nampak  point ke situ.

AF: Saudi berderai Iran akan masuk line. sebab itu dalam hadis, 2 virus ini akan dipadamkan dulu. pro wahhabi & syiah. teori cantik hakikatnya paham2 lah.. sesama Islam dulu jalan.

HAFFIZ MASTOR: bang, adakah mekah akan kucar kacir setelah dinasti saud jatuh..

AF: jadi jauhkan diri dr 2 puak ni kalau depa berentap.

aaron haider AK: Raja salman ni pro mana .

AF: sy rasa dh sampai masa utk Mekah jika dr tafsir surah at Tin..

AF: jd phm2 lah jika Makkah bergolak.

AF: bkn soal pro lg dah.

aaron haider AK: Ada hadis mekah dan madinah akan gempa.

AF: Setahu sy Saudi dh sign pact minyak dgn Russia.


AF: IMF pun dh ckp 2020 Saud bankrap.

AF: minyak tgh jatuh dan terus akn jatuh.

AF: ekonomi Saud sedang di sasarkan dulu.

AF: kalau Salman goyang atau mati.

AF: depa akan start berebut balik.

AF: bad year utk Saud.

AF: dgn isu syiah iran & yemen lg kita anticipate akan berlaku huru hara civil di Saud.

HAFFIZ MASTOR: pemimpin yang baik selalunya x kekal lama..


AF: anta dok alam mana? politik is politik.

aaron haider AK: Pertembungan antara raja salman dan  putera thalal.

AF: bkn soal sapa baik sapa tdk. kita x sentuh semua tu.


AF: thalal knp. jelaskan.. sy tengah nak masukkan faktor orang2 ketiga.

HAFFIZ MASTOR: maklum bang..

AF: zulhilmi arif hal ini. sy akn rujuk zulhilmi.

AF: mohd nayef akan pasti di langgar oleh mohd salman. tgh nk identify 3 rd putera. 2 ekor ni pasti berentap maut.

aaron haider AK: Saya dengar dari youtube ust zul.raja salman  telah buang putera thalal dari kerajaan saud.. So putera thalal akan buat gerakan  utk jatuhkan salman.

AF: walaupun dua2 clan sudari. skang ada 3 org yg kena palam.

1. muqrin.
2. bandar..
3. thalal.

AF: mumkin ada lg lain jd kita cuma nk baca yg terkuat dr mereka.. boleh beri pandangan. sy akn rumus di blog + final input dr zulhilmi.. thalal mn ni? kingdom tower?

aaron haider AK: Saya check jap.

AF: Mamat Kingdom (Jeddah) Tower memang kita suspek sangat kuat akan main peranan. Jadi sy akan rumuskan semua ini di blog, fokus pd gelanggang & mengadap ulama i kiram utk 2017.

** NOVEMBER 2016 assessment ( ZULHILMI AK ) :

Prince Turki bin Abdulaziz, Saudi meninggal semalam.


Sudairi Seven yang masih hidup: (ada 3)

1. P. Abdul Rahman bin Abdulaziz (b. 1931-)
2. King Salman bin Abdulaziz (b. 1935-)
3. P. Ahmed bin Abdulaziz
(b. 1942-)

Saudi succession until 13.11.2016 (latest):

From previous note:


(((Previous list- Saudi succession until 25.10.2015:))


** King Saud has 36 sons


** Only 11 alive:

1. P. Bandar
(Bazza II, b.1923, 92-93yo)
**excluded from succession


2. P. Misha'al
(Shahida, b.1926, 90yo)
**excluded from succession


3. P. Abdul Rahman
(Hassa Sudairi, b.1931, 84-85yo)
**unhappy with succession


4. P. Mutaib
(Shahida, b.1931, 84-85yo)
**no issue


5. P. Talal
(Munaiyir, b.1931, 84-85yo)
**unhappy with succession


6. King Salman
(Hassa Sudairi, b.1935, 80yo)
**current successor of throne


7. P. Abdul Illah
(Haya Sudairi, b.1939, 76-77yo)
**excluded from succession


8. P. Mamdouh
(Nuf Shaalan, b.1940, 74yo)
**no issue


9. P. Ahmed
(Hassa Sudairi, b.1942, 73-74yo)
**excluded from succession


10. P. Mashhur
(Nuf Shaalan, b.1942, 73-74yo)

**potential successor, father-in-law of Mohammad bin King Salman

11. CP Muqrin
(Baraka Yamaniyah, b.1945, 71yo)
**potential successor though was relieved from Crown Prince position in April 2015

Klo tgk keadaan skg, dalam allegiance council, pecah 2..
1 support king salman...
1 against...

Dan more than 70% kerabat & rakyat saudi is generasi yg berumur 30-an...katanya pro MBS diorang ni...

So now, ada 3 sides...

For the coming throne succession is quite hard to solve..

Apa yg king salman or apa MBS tgh buat sekarang ni adalah tgh berlaku power centralization kpd mereka n penggubalan power to be in their hand.
                     
AF: ### Nota ### Talal bapa kpd Al Waleed Kingdom Tower.

Putin orders Russia’s spy chiefs to track down Ambassador’s murderers

Top Guns Vladimir Putin confers with his intelligence and security chiefs in order to track down anyone responsible for ordering the mur... thumbnail 1 summary
Top Guns
Vladimir Putin confers with his intelligence and security chiefs in order to track down anyone responsible for ordering the murder of the Russian ambassador to Turkey.

By Alexander Mercouris

In the hours following news of the murder of the Russian ambassador to Turkey, Russian President Vladimir Putin convened an urgent meeting of his top foreign policy and intelligence advisers.


The meeting took place yesterday Monday 19th December 2016 in the Kremlin, and brought together President Putin, Russian Foreign Minister Lavrov, Sergey Naryshkin, who is the head of Russia’s principal intelligence agency, the SVR (“Foreign Intelligence Service”) and Alexander Bortnikov, who is the head of Russia’s principle counterintelligence and security agency, the FSB (“Federal Security Service”).


The Kremlin’s summary of the meeting gives a sense of what Russia’s response to the ambassador’s murder will be.  Here is what it reports President Putin telling the meeting:
 

~ This crime is undeniably a provocation aimed at derailing the normalisation of Russian-Turkish relations and the peace process in Syria, which is actively promoted by Russia, Turkey, Iran and other countries interested in the settlement of the internal conflict in Syria.

~ There can be only one response – stepping up the fight against terrorism – which the criminals will find out firsthand.


~ Russia’s Investigative Committee has already opened a case on the murder, and has been tasked with forming a working group which will promptly leave for Ankara to take part in the investigation of this crime together with Turkish partners. This was just agreed during a telephone conversation with the President of Turkey. We must find out who directed the killer’s hand. 


~ Security must be tightened at Turkish diplomatic missions in Russia, the embassy, and other missions, and the Turkish side should provide assurances on security at Russian diplomatic offices in accordance with Vienna Convention on Diplomatic Relations.
These comments highlight the difference between the way the Russians deal with these sort of terrorist outrages and the way certain Western countries – notably the US and Israel – do.

The classic Western response to a murder of this sort would be military action.  Thus in 1982 Israel used a murder attempt on Shlomo Argov, Israel’s ambassador to Britain, as the pretext for launching an invasion of Lebanon, which was intended to destroy the PLO there.  In 1986 the US responded to the killing of two US servicemen as a result of a bombing of the La Belle discotheque in West Berlin, by bombing Libya.  In 2001 the US responded to the 9/11 terrorist attacks by invading Afghanistan.  In November 2015 France responded to the Paris terrorist attacks by bombing Raqqa.


The Russian way is very different.  Firstly, the Russians treat attacks of this sort as a “provocation” (note President Putin’s careful use of the word) intended to derail their pursuit of their objectives (“the normalisation of Russian-Turkish relations and the peace process in Syria”).  Since they identify the attack as a “provocation”, they are careful not to be provoked by it into doing what they believe the terrorists want them to do.


The result is that a military response is ruled out.  Strikingly, President Putin’s response to the attack was not to call together Sergey Shoigu, Russia’s Defence Minister, and Russia’s military chiefs.  It was to call together Sergey Lavrov, Russia’s Foreign Minister, and Russia’s intelligence and security chiefs.


Instead of identifying the attack as an act of war (which by the way is what legally speaking an attack on an ambassador actually is) President Putin calls it a “crime”.  Rather than blaming the Turks for allowing it to happen, and threatening them with all sorts of dire consequences unless they immediately catch the perpetrators, President Putin calls for setting up a “working group” to work alongside the Turkish authorities to identify and track down the perpetrators.  In this way Turkey’s sovereignty and Turkey’s pride are respected.


Of course it is not all limited to that.  As well as these steps Putin, was careful to call on his security chiefs to tighten security for Russian diplomats (and no doubt their families) in Turkey.


In addition, though Putin’s comments imply that the investigation is being undertaken by Russia’s Investigative Committee – a police and law enforcement agency roughly analogous to the US FBI – in reality the fact that Putin met with his senior intelligence and security chiefs – Naryshkin and Bortnikov – shows that in reality it is Russia’s intelligence and security agencies – the SVR and the FSB – who are being given the task of tracking down whoever ordered the murder.  It is their investigation rather than that of the Investigative Committee which will be the real one.


There remains a strong possibility that the murder was the work of a single individual – the person who carried it out – and that he was acting alone.


Should it however turn out that the murder was the result of a conspiracy and that others were involved, there should be no doubt about the severity of Russia’s reaction.


In 2005 Russia enacted a controversial law which authorises Russia’s President to order Russia’s intelligence and security agencies to carry out extrajudicial killings of individuals located abroad whom Russia considers terrorists or “extremists”,  and who Russia’s President deems pose a threat to Russia, with the sole proviso that the President must inform Russia’s Federation Council (the upper house of Russia’s parliament) of this order within five days.


It is possible – indeed it is highly likely – that President Putin either gave precisely such an order to Naryshkin and Bortnikov during his meeting on Monday or – more probably – that he told them he would do so as soon as those behind the murder of the ambassador are identified.


Nonetheless, the contrast between the Russian response to the ambassador’s murder and the typical Western response is striking.  The Russians always subordinate their actions to achieving their objectives, which they always pursue with calculation and single-mindedness, and their response to the ambassador’s murder is no exception.  In situations of this sort, where the Western powers – and the US and the Israelis especially – use a cudgel, the Russians use a scalpel.

Tuesday, December 20, 2016

Duta Besar Rusia Ditembak Mati di Ankara

Memerhatikan dengan teliti akan siri² provokasi dan insiden² FF ("false flags"/bendera palsu) yang sedang disusun secara sistem... thumbnail 1 summary
Memerhatikan dengan teliti akan siri² provokasi dan insiden² FF ("false flags"/bendera palsu) yang sedang disusun secara sistematik untuk saling laga melagakan kuasa² serta negara dunia di titik² panas seluruh dunia sehingga akhirnya peperangan demi peperangan akan meledak."
Ankara, 19 Dis - Duta Rusia ke Turki Disahkan Maut Selepas Ditembak

Dalam satu sidang media, kementerian luar Turki berkata Andrey Karlov telah menerima rawatan di kawasan kejadian dan tidak dihantar ke hospital seperti yang dilaporkan sebelum ini.

Menurut saksi yang juga seorang jurufoto agensi berita AP, kejadian itu berlaku di sebuah pameran foto bertajuk 'Russia through Turks' eyes di sini sebentar tadi.

Dalam pada itu, penembak telah berjaya dinaturalisasikan dalam babak tembak-menembak antara polis dan penyerang, lapor akhbar tempatan. Karlov ditembak mati sebelum dia menyampaikan ucapan di pameran foto tersebut.

Sementara itu, stesen tv swasta NTV mengatakan tiga orang lainnya juga terluka dalam serangan itu. Saluran ini juga melaporkan bahwa penyerang ditembak mati dalam operasi polisi di lokasi kejadian. Tiga orang yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Güven di pusat Ankara, CNN Türk melaporkan.

Perwakilan Hurriyet di Ankara Deniz Zeyrek mengatakan penyerang suspek menembak ke udara dan kemudian menembak duta Rusia itu dari belakang.

Penyerang dilaporkan meneriakkan “Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah! Selama saudara-saudara kami tidak aman, Anda tidak akan menikmati keamanan”, menurut sebuah rakaman dari situs Belanda nos.nl.

“Sesiapa pun yang memiliki bahagian dalam penindasan ini akan membayarnya satu persatu,” tambahnya.

“Hanya kematian akan membawaku pergi dari sini.” Dia juga dilaporkan meneriakkan takbir sebelum berbicara dalam bahasa Turki. Sementara itu, Kremlin mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin sedang mengkaji laporan tentang serangan itu.

Serangan itu datang sehari sebelum Menteri Luar Turki, Mevlut Cavusoglu, dijadualkan untuk melawat Moscow bagi membincangkan mengenai isu Syria dengan rakan sejawatnya dari Rusia dan Iran.













Wednesday, December 7, 2016

Acheh Menangis Lagi

Masih ingat tragedi paling menyayat hati yang berlaku pada tarikh 26 Disember 2004 dimana negeri Serambi Mekah, Acheh, dilanda gempa bum... thumbnail 1 summary
Masih ingat tragedi paling menyayat hati yang berlaku pada tarikh 26 Disember 2004 dimana negeri Serambi Mekah, Acheh, dilanda gempa bumi dahsyat berukuran 9.1 skala richter serta tsunami yang bukan sahaja membunuh lebih 200 ribu orang di Acheh, malah angkanya jauh lebih besar apabila impak tsunami membadai beberapa buah negara di sepanjang Lautan Hindi dan Selat Melaka serta Teluk Andaman.

Di saat Acheh baru sahaja menemui momentum untuk kembali bangkit, hari ini, bumi Acheh yang terkenal melahirkan ramai ilmuwan agama Islam sekali lagi diuji apabila satu gempa bumi berukuran 6.4 skala Richter melanda Pidie Jaya, Acheh. Impak gempa bumi ini turut dirasai di Banda Acheh, lokasi dimana kejadian tsunami paling teruk dalam sejarah Asia berlaku, 12 tahun yang lalu.


Sehingga kini, menurut laporan media di Indonesia, angka korban dalam tragedi gempa bumi terbaharu ini telah mencecah angka 52 orang dengan besar kemungkinan, angka ini akan terus meningkat berikutan usaha mencari dan menyelamat sedang giat dilakukan di lokasi yang teruk terjejas.

Dalam perkembangan yang sama, Kementerian Luar Negeri mengesahkan 428 pelajar Malaysia di Banda Aceh, Indonesia berada dalam keadaan selamat. Kementerian itu dalam satu kenyataan turut memaklumkan warga Malaysia memerlukan bantuan boleh berbuat demikian dengan menghubungi Konsulat Jeneral Malaysia di Medan.

Dalam pada itu, sejumlah 15 orang pelajar Malaysia dari Fakulti Sains Gunaan, Universiti Teknologi Mara (UiTM) Shah Alam yang kini mengikuti Program Mobiliti Pelajar, ‘Meaningful Academic Visit to Banda Aceh’, dilaporkan berada dalam keadaan selamat.

Mereka yang mengikuti rombongan, diketuai penasihat program Timbalan Dekan PJI & Alumni, Prof Dr Azizah Hanom Ahmad, berada dalam jarak selamat daripada kawasan gempa bumi.


 SUMBER

"Berfikir tanpa kotak"

Ar Ra'isul Mutakallim, Tabligh Ki Zabaan (Lidah Tabligh) Hadrat Maulana Umar Palanpuri Rahmatullahu 'alaihi berkata: "Orang yang kuat adalah orang yang sanggup bertahan dalam arus kerosakan. Orang yang lebih kuat adalah orang yang sanggup melawan arus kerosakan. Namun orang yang paling kuat adalah orang yang sanggup merubah arah arus kerosakan hingga menjadi akannya arus kebaikan.”

“Dajjal bersama tenteranya mempunyai kekuatan yang amat istimewa dan amat tersusun. Begitu juga Yakjuj dan Makjuj membuat huru-hara di seluruh dunia. Kehebatan mereka tiada siapa yang dapat melawan dan orang beriman berundur dengan hanya makan zikir dan tasbih."

"Allah zahirkan kudratnya hanya dengan labah-labah yang kecil dijadikan asbab untuk menggigit tengkuk-tengkuk mereka hingga mati. Mayat mereka begitu busuk diseluruh dunia. Orang beriman tidak tahan terus berdoa pada Allah. Allah ta'ala hantarkan hujan dan banjir menghanyutkan mereka ke laut. Inilah yang akan berlaku di akhir zaman nanti."

"Amalan dakwah memisahkan hak dan batil seperti air menghanyutkan sampah dari emas dan logam-logam yang lain. Namun pekerja² agama jika wujud cinta dunia dalam hati mereka seperti emas dan disaluti logam-logam lain, maka banyak masalah yang akan timbul.”