Saturday, November 29, 2014

Menjawab Tuduhan Salafi Wahabi Tentang Jamaah Tabligh

Ijtima' Lombok JILAAUL ADZHAN: MENYINGKAP TABIR SALAHFAHAM TERHADAP JAMAAH TABLIGH - Ole... thumbnail 1 summary
Ijtima' Lombok

JILAAUL ADZHAN: MENYINGKAP TABIR SALAHFAHAM TERHADAP JAMAAH TABLIGH - Oleh Syaikh Ghulam Musthafa Hasan
https://app.box.com/s/y41ss58kzqnqd4i3dk4a

Segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara Seluruh Alam, Salawat dan Salam semoga tetap dilimpahkan kepada sebaik-baik Nabi Rasul Muhammad SAW dan seluruh pengikutnya sampai hari pembalasan.

Selanjutnya, kalau anda belum pernah melihat seseorang, atau kelompok/jama’ah dari dekat, dengan bersahabat atau dengan partisipasi, anda tidak dapat menghukuminya dengan pandangan yang benar. Sebab sudab jelas bahwa apa saja yang anda dengar dari orang-orang itu belum tentu benar dan tepat. Maka dari itu Allah memerintahkan kita:

“Apabila seseorang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka selidikilah …“

Rasulullah bersabda:“Cukuplah seseorang dikatakan pembohong, bila ia memberitakan segala yang ia dengar”.


Saya, penulis kata pengantar ini dengan segala kerendahan hati menuturkan bahwa saya telah menyelesaikan studi di Madrasah Deoband, mendapat Asy-Syahadah AI-Alamiyyah di Universitas Khoirul-madaris, Multan Pakistan pada tahun 1382 H. Kemudian saya mengajar di beberapa Pesantren antara lain Sahiwal, Faishol Abad, Jehiem, Rawalpindi di Islamabad.

Hubungan saya dengan Amir Jama’ah Tabligh di Pakistan yaitu H. Basyir Ahmad rahimahullah, cukup rapat, tetapi saya belum tahu kepentingan aktifitas jama’ah ini. Sampai akhirnya Allah SWT memberi kehormatan kepada saya untuk dapat diterima di Fakultas Da’wah dan Ushuludlin, universitas Islam Madinah AI-Munawwarah Pada hari ketiga dari diterimanya saya di Universitas Islam, saya dan Seluruh mahasiswa asal Pakistan diundang oleh Syaikh Sa’id Ahmad ke Masjid An-Nuur. Beliau telah menerangkan kepentingan usaha yang agung ini. Dan sejak itulah ucapan Syaikh Sa’id begitu berkesan dihati saya dan saya mendapat kesempatan untuk melihat jama’ah ini dari dekat.

Pada tahun 1395 H saya mendapat kesempatan untuk khuruj fisabilillah selarna 40 hari ke Sudan. Saya menjadi tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang hatinya telah terbakar oleh kesedihan dan kerisauan yang dalam karena melihat keadaan umat Islam di hari ini Dalam kerja besar ini mereka tidak mempunyai kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi. Dan karena keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam da’wah. Allah SWT telah memberikan hidayah kepada banyak hamba-hambanya,

Dalam penjalanan khuruj tersebut di stasiun kereta api (Syindi) saya telab melihat seorang pemuda Tunis bersarna dengan seorang gadis Amerika. Waktu itu kami dalam perjalanan menuju ke Port Sudan. Pemuda Tunis tersebut ikut naik di kendaraan kami, maka seorang diantara kami berbicara kepadanya tentang iman, sehiugga Allah SWT telab memberikan karunia hidayah kepadanya. Setelab kepulangan kami ke Saudi Arabia, pemuda tersebut telah datang untuk melaksanakan Umroh dan ia telah hafal beberapa juz AI-Qur an. Adalab sangat kebetulan sekali, pemuda itu termasuk keturunan As-Sadaat dan ia mempunyal keluarga di Madinah AI-Munawwarah.

Setelab tamat dari fakultas Da’wah dan Ushuluddin di Universitas Islam Madinah Al-Munawwrah saya menjadi tenaga da’i dari Lembaga Riset Jamiyah, Fatwa, Da’wah dan Bimbingan Islam di Mauratius kemudian di negeni Bahrain dan bekerja disana selama 12 tahun. Dalarn masa itu, saya telah mengunjungi banyak negara. Sungguh saya belum pernah melihat pengaruh jama’ah manapun yang menyamai pengaruh Jama’ah Tabligh. Dan karena takut dari pengaruh jama’ah ini, sebagian orang menentangnya dan melemparkan tuduhan-tuduhan yang berbahaya. Tetapi karena keikhlasan mereka, Allah SWI’ selalu menolong dan membela mereka dengan bantuan gaibNya.

Buku yang ada dihadapan anda, saya beri nama “Jilaaul Adzhan” (menyingkap tabir kesalah fahaman terhadap Jama’ah Tabligh) yang merupakan kumpulan surat-surat para ulama yang Mukhlis di Kerajaan Saudi Arabia, yang diketuai oleb Yang Terhormat Syaikh Abdul Aziz bin Abdillab bin Haz (semoga Allah senantiasa menjaga beliau). mi merupakan bantuan gaib dan Allah Aza Wajalla untuk Jama’ah Tabligh. Kumpulan surat-surat mereka mengandung dorangan semangat untuk jama’ah ini, serta anjuran dan galakan untuk belajar dan mengajar, juga dorongan semangat untuk memperbaiki aqidah.

Yang lebih penting lagi surat-surat tersebut mengajak untuk menyelamatkan ummat dari perpecahan dan perselisihan menuju persatuan Maka dari itu saya telah berfikir untuk menyebar luaskan surat-surat tersebut seperti apa adanya, supaya ummat Islam bersatu diatas satu kalimah. Umat Islam yang terpecah-pecah di zaman ini menghajatkan kepada persatuan lebih besar lagi dan pada di zaman sebelumnya.

Keamanan dan ketentraman tidak rnungkin terwujud kecuali dengan kembali kepada Al-Quran dan AI-Sunnah, rnernpraktekkan tuntutan-tuntutan keduanya, melaksanakan da’ wah dan dengan mewujudkan solidaritas Islam.

Akhirnya saya mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Syaikh As-Sayyid Nafis Al-Huseiny, semoga Allah SWT menjaga beliau yang telah memerintahkan kepada saya untuk melaksanakan kewajiban saya dengan sebaik-baiknya terhadap usaha yang agung ini.

Sebagai penutup saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh penanggung jawab di kantor Dar AI-Hasan untuk percetakan dan terjemah di markas FB, Ayyub Market, Islamabad. Mereka itu adalah Syaikh Raghib Hasan, Syaikh Ahmad Hasan, semoga Allah SWT menjaga beliau berdua, juga pakar lay out saudara Sulaiman Haidar, semoga Allah menjaganya, yang telah mengerahkan segenap kemampuan mereka untuk penulisan dan pencetakan buku ini dalam bentuk yang baik dan indah. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua.

Saya berdo’a kepada Allah SWT agar menjadikan usaha saya yang sederhana ini penyebab persatuan ummat islam. Dan semoga Allah SWT memberikan taufik kepada ummat ini untuk melaksanakan kerja mereka yang hakiki yaitu amar ma’ruf nahi munkar, sehingga berhasil meraih kembali kehormatan dan kejayaan mereka seperti dimasa yang lalu. Amin.

Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga beliau dan seluruh sahabat.

Ghulam Mustofa Hasan
- Alumni Universitas Islam Madinah AI-Munawwarah
– Rektor Universitas A1-Muhammadiyah khusus Untuk Wanita
1-86, Kashmir Road. Ghulam Mohd. Abad. Faishol Abad, Pakistan.
Awwal Jumadist Tsaniyah 1415 H.

J I L A A U L A D Z H A N
Oleh Musthofa Hasan
Alih Bahasa: Ahmad Najid Mahfudh Lc.

Catatan karguzari (laporan) Syaikh Ghulam Musthafa Hasan dan Syaikh Muhammad Aman bin Al-Jamy rahimahullah (1349-1416 H) seperti mana yang terdapat di dalam buku Jilaaul Adzhan terjemahan Indonesia, Menyingkap Tabir Kesalahfahaman terhadap Jamaah Tabligh.

Karguzari Syaikh Muhammad Aman bin Al-Jamy

Surat syaikh rahimahullah berisi laporan kunjungannya ke Ijtima’ Dhaka, Bangladesh (Jan,1979). Pihak Universiti Islam Madinah telah menghantar syaikh rahimahullah yang pada masa itu menjawat jawatan sebagai Dekan Fakulti Hadis dan Pengajian Islam; dan turut bersamanya, Syaikh Abdul Karim Murad daripada Fakulti Syariah. Catatan mengambil sedikit daripada laporan tersebut, kisah seorang pemuda yang turut menghadiri ijtima’ serta pandangan ringkas syaikh rahimahullah terhadap jemaah tabligh.

Syaikh rahimahullah dalam suratnya mengatakan;

"Saya sebutkan sebuah kisah pendek tentang seorang pemuda dari Riyadh, yang telah hadir di ijtima’ Dakka bersama sekumpulan pemuda dari Amerika. Ia telah diselamatkan oleh Allah dari kehidupan jahiliyyah yang telah mengakar di Amerika dengan sebab jamaah ini. Pemuda tersebut menyatakan keinginannya kepada saya untuk melaksanakan Umrah, dengan harapan ibadah ini menghapus keburukan dosa-dosanya dan membersihkan jahiliyyahnya.

Tentu saja, saya mendorongnya untuk melakukan itu, sesudah saya terangkan kepadanya keutamaan taubat, bahkan ia dapat menghapus dosa-dosa sebelumnya. Dengan perasaan malu yang sangat tampak di wajahnya, ia berkata, “Syaikh Muhammad, saya ingin melaksanakan Umrah, tetapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan kalau saya sampai di Makkah. Sebab, saya telah lupa semuanya yang saya pelajari di (SMA) dahulu, sebelum saya pergi ke Amerika. Saya telah kehilangan segalanya.”

Ia mengatakan hal ini dengan penuh keharuan. Saya pun sangat terharu mendengar pengakuannya. Saya katakan kepadanya, “Mari kita sedikit menjauh dari keramaian orang, saya akan menerangkan amalan-amalan Umrah.” Ia berkata, “Bolehkah saya merekamnya?” Saya berkata, “Silakan, kalau engkau memiliki tape recorder dan kaset.” Kemudian, saya juga diminta untuk menerangkan semuanya dengan ringkas dan saya beri dorongan kepadanya untuk mengunjungi Masjid Nabawy dan Universitas Islam di Madinah Munawwarah untuk mendapat bekal berupa buku-buku dan risalah-risalah yang bermanfaat.

Satu hal yang ingin saya kemukakan secara ringkas dari kisah ini dan kisah sebelumnya, bahwa Jamaah Tabligh mempunyai hasil kerja yang sangat panjang untuk disebutkan, yang tidak dimiliki olej Jamaah da’wah lain, dan di dunia Islam lainnya. Hasil kerja mereka dapat dilihat dengan jelas dan tidak dapat dipungkiri oleh siapa pun, baik kawan maupun lawan.

Rahsia keberhasilan ini adalah karena jamaah ini menjadikan da’wah ilallah dan usaha perbaikan manusia sebagai tujuan hidupnya. Bagi jamaah ini, hanya memegang da’wah dengan tangan kiri dan hidup dengan menyandang namanya dengan tangan kanan saja belumlah cukup, tetapi, mereka memegang da’wah dengan kedua tangannya. Kemudian, mereka menjauhi ambisi untuk cinta kepada pujian dan sanjungan. Pujian manusia, ejekan bagi mereka sama saja, sehingga hidup ini menjadi sederhana.

Karena masalahnya sangat jelas, dan kesan da’wah mereka juga sangat jelas, isyarat ini saya cukupkan. Dan bagi orang-orang yang beramal, pengaruh amal dan usaha mereka menjadi bukti bagi mereka. Semoga Allah s.w.t memberikan taufiq kepada kita."

Di akhir surat, syaikh rahimahullah menyertakan beberapa usulan, ini termasuklah menyarankan supaya pihak  Universiti Islam di Madinah menggalakkan mahasiswa-mahasiwa dan dewan tenaga pengajar menyertai muktamar-muktamar yang diadakan oleh jemaah tabligh.

Biografi syaikh rahimahullah serta pujian-pujian ulama kepadanya seperti  Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan Syaikh Shalih al-Fauzan, boleh rujuk di laman ini, Para Ulama Ahlul Hadits.

Karguzari Syaikh Ghulam Musthafa Hasan

Syaikh Ghulam Musthafa Hasan merupakan alumni dari Universiti Islam Madinah, Rektor Universiti Al-Muhammadiyah Khusus untuk Wanita dan pengarang buku Jilaaul Adzhan ini. Di bahagian mukaddimah, syaikh menceritakan pengalaman awalnya menyertai jemaah dan menyertakan karguzari yang berikut ini;

"Pada tahun 1395H (1975), saya memperolehi kesempatan untuk khuruj fi sabilillah selama 40 hari ke Sudan. Akhirnya, tahulah saya bahwa mereka adalah orang-orang yang hatinya telah dirasuki kesedihan dan kerisauan yang dalam karena melihat keadaan umat Islam pada hari ini. Dalam kerja besar ini, mereka tidak mempunyai kepentingan dan tujuan pribadi. Karena keikhlasan dan kesungguhan mereka dalam berda’wah. Allah s.w.t telah memberikan hidayah kepada banyak hamba-hamba-Nya.

Dalam perjalanan tersebut, di sebuah stasiun kereta api di Syindi, saya melihat seorang pemuda Tunis bersama seorang gadis Amerika. Pada waktu itu, kami sedang dalam perjalanan menuju Port Sudan. Pemuda Tunis tersebut bersama-sama naik kenderaan kami. Maka seorang di antara kami berbicara kepadanya tentang iman sehingga Allah s.w.t telah memberikan karunia hidayah kepadanya. Sekembalinya kami  ke Saudi Arabia, pemuda tersebut telah datang untuk melaksanakan Umrah. Ia juga telah hafal beberapa juz Al Qur`an. Rupanya, pemuda tersebut termasuk keturunan As-Sadaat ia mempunyai famili di Madinah Al-Munawwarah.

Setelah tamat dari Fakultas Da’wah dan Ushuluddin di Universitas Islam Madinah Al-Munawwarah, saya menjadi tenaga da`i di Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Da’wah dan Bimbingan Islam di Mauritius, kemudian di negeri Bahrain dan berkerja di sana selama dua belas tahun. Selama masa tersebut, saya telah mengunjungi banyak negara. Sungguh, saya belum pernah melihat pengaruh jamaah mana pun yang menyamai pengaruh Jamaah Tabligh. Karena takut akan pengaruh jamaah ini, sebagian orang menentangnya dan melemparkan berbagai tuduhan yang berbahaya. Tetapi, karena keikhlasan mereka, Allah s.w.t selalu menolong dan membela mereka melalui bantuan ghaib-Nya."

Semoga Allah s.w.t memberi ganjaran yang besar kepada alim ulama atas pengorbanan mereka dalam usaha da’wah tabligh dan membuka dada-dada para alim ulama lainnya untuk turut mengorbankan tenaga, fikiran dan memberikan kerjasama dalam usaha yang mulia ini demi ad-deen Allah Ta’ala. Aamiiin.

Nota: Buku Jilaaul Adzhan menampilkan surat-surat para ulama yang mukhlis di Kerajaan Saudi Arabia, diketuai oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz. Dipaparkan juga penjelasan serta pandangan Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairy dan Syaikh Yusuf bin `Isa Al-Malahy. Muat turun pdf Jilaaul Adzhan terjemahan Indonesia di:

JILAAUL ADZHAN - MENYINGKAP TABIR SALAHFAHAM TERHADAP JAMAAH TABLIGH - Oleh Syaikh Ghulam Musthafa Hasan
https://app.box.com/s/y41ss58kzqnqd4i3dk4a 

Karguzari Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman di Ijtima’ Raiwind, 1986.

Karguzari (laporan) ijtima’ Raiwind daripada Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman kepada Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz melalui surat dengan berisi pujian, penafian keburukan dan tuduhan terhadap usaha dakwah dan tabligh berserta tasykil (ajakan). Surat ditulis pada tahun 1407H.

Catatan bersumber daripada terjemahan Indonesia buku Jilaaul Adzhan (Menyingkap Tabir Kesalahfahaman terhadap Jamaah Tabligh) di bahagian ketiga; Kumpulan Surat-Surat Dari Para Pemimpin, Tokoh Ulama, dan Masyaikh yang Mendukung Jamaah Tabligh di Kerajaan Saudi Arabia susunan Syaikh Ghulam Musthafa Hasan. Di dalam bab ini juga turut melampirkan surat daripada Syaikh Maulana Muhammad Ilyas dan Syaikh Muhammad Ihtisyamul Hasan rahimahumAllah kepada yang mulia Raja Abdul Aziz 1, Aali Saud rahimahullah pada tahun 1357H.

Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman menyatakan di dalam surat tersebut;

“Bismillahirrahmanirrahim,

Yang mulia orang tua kami, Syaikh Abdul-Aziz bin Abdullah bin Baz, Ketua Umum Lembaga Riset Ilmiah, Fatwa, Da’wah, dan Bimbingan Islam, semoga Allah menjaganya dari segala keburukan dan memberikan taufiq dalam langkah-langkahnya. Amin.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Liburan saya dimulia pada tanggal 1/3/1407H, dan saya telah melakukan perjalanan ke Pakistan pada tanggal 3/3/1407H bersama rombongan ulama dan mahasiswa dari berbagai Universitas, antara lain Universitas Islam, Universitas Imam Muhammad bin Saud, Universitas Raja Saud dan lain-lainnya. Kami benar-benar telah menyaksikan suatu keajaiban. Begitu kami sampai di Bandara Lahore, kami disambut oleh sekelompok pemuda shalih, yang memancarkan cahaya ilmu dan iman dari janggut-janggut dan wajah-wajah mereka. Kami menuju ke masjid bandara dan melaksanakan shalat sunnah. Kemudian, kami duduk berkumpul dengan rombongan yang berasal dari berbagai negeri. Maka, seorang di antara mereka menyampaikan kalimat-kalimat ajaib yang sangat mengesankan hati.

Kemudian, mobil datang mengangkut kami ke tempat pertemuan di Raiwind. Pertemuan yang indah, yang menyebabkan kekhusyukan hati dan berlinangnya air mata karena rasa gembira dan rasa takut kepada Allah. Pertemuan yang menyerupai pertemuan penduduk surga. Di dalamnya tidak ada kata-kata teriakan, tidak ada  perasaan lelah, tidak ada perkataan sia-sia, tidak ada kekacauan, dan tidak ada kebohongan. Juga sangat bersih, tidak ada bau busuk dan tidak ada kotoran. Pertemuan yang diatur dengan sangat tertibnya – tanpa polantas, tanpa polisi keamanan, tanpa patroli polisi dan tanpa penjaga. Padahal, pertemuan ini meliputi satu juta orang lebih.

Demi Allah, inilah pertemuan yang menghidupkan hati, menyinarkan dan meningkatkan iman – sebuah kehidupan alami dan fitrah yang diliputi oleh dzikrullah, ilmu, ceramah umum, pelajaran (majelis ta’lim) dan halaqah dzikir siang dan malam.

Alangkah elok dan alangkah indahnya karena ia memberikan kepada kita gambaran yang hidup tentang kehidupan para sahabat, tabi’in dan tabiit-tabi’in r.a, yakni gambaran tentang perjuangan, ilmu dan dzikir, kata-kata yang baik, perbuatan-perbuatan yang baik, gerakan-gerakan Islami yang indah dan wajah-wajah yang memancarkan cahaya iman dan ilmu.

Anda tidak akan mendengarkan kecuali kata-kata Tauhid dan dzikir, tasbih, tahmid, takbir, membaca Al-Qur’an, salam, jawaban salam, ucapan jazakallahu khairan dan sebagainya.

Anda tidak memandang kecuali yang menyenangkan Anda dan menyemangatkan hati Anda berupa kegiatan menghidupkan sunnah Rasulullah s.a.w dengan segar – untuk Anda nikmati setiap saat. Sungguh, ini merupakan pertemuan Islami yang agung, indah dan manis.

Secara umum, ia merupakan praktek penerapan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Betapa sunnah menimbulkan kehidupan yang baik dan membahagiakan, dan betapa saya sangat mendambakan pertemuan seperti ini dapat dilaksanakan di negeri Saudi Arabia. Sebab, negeri ini sangat pantas bagi setiap kebaikan dan selalu melebihi negeri-negeri lain dalam setiap kebaikan semenjak masa kerajaan Raja Abdul Aziz – semoga Allah mengampuninya dan menyucikan ruhnya di jannatun-na’im dan mengumpulkan kia semua di Surga Firdaus.

Pribadi-pribadi Jamaah ini berasal dari seluruh pelosok dunia. Mereka memiliki satu bentuk, satu tabiat, satu kata dan satu tujuan. Seakan-akan mereka keturunan dari satu orang atau seakan-akan Allah s.w.t menciptakan satu hati dan membagi-bagikannya kepada mereka.

Mereka tidak mempunyai ambisi dan cita-cita selain ingin berpegang teguh pada agama dan mengadakan perbaikan terhadap pemuda-pemudi muslim dan membimbing non-muslim kepada jalan Allah yang terpuji. Bagaimanakah orang-orang yang bingung berani menyerang orang-orang yang shalih ini?

Syaikh Abdul Majid Az-Zindany mengatakan tentang mereka, “Mereka adalah penduduk langit yang berjalan di atas bumi.”

Betapa lancangnya hati yang berani memaki mereka dan menuduh mereka dengan hal-hal yang tidak ada pada diri mereka.

Saya memperkirakan, tujuan jemaah ini sama dengan tujuan Pemerintah Saudi Arabia, yiaitu membuat perbaikan terhadap manusia di seluruh dunia, menyebarkan perasaan aman dan keamanan di seluruh pelosok negeri. Dari sudut manakah mereka dapat diserang?

Setelah ceramah selesai waktu Isya’, apabila Anda mengarahkan pandangan Anda ke kanan dan ke kiri, Anda akan melihat halaqah-halaqah ilmiah yang dapat Anda ikuti, mana saja yang Anda suka. Di halaqah mana saja Anda duduk, Anda pasti akan mendapat pelajaran.

Apabila keadaan sudah sepi; saat menjelang tidur, Anda pasti melihat mereka tegak seperti tiang. Mereka mengerjakan shalat sebelum tidur. Pada akhir malam, Anda pasti mendengar suara mereka seperti suara sarang lebah karena menangis, merintih dan merengek-rengek kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa mereka dan dosa-dosa kaum muslimin, menyelamatkan mereka dan saudara-saudara sesama muslim dari neraka dan memberikan hidayah kepada seluruh manusia agar mampu menghidupkan sunnah Rasulullah s.a.w.

Ringkasnya, sesungguhnya pertemuan ini sangat pantas dihadiri para ulama dan penuntut ilmu. Bahkan, oleh setiap muslim yang takut kepada Allah dan mengharapkan kebahagiaan di kampung akhirat. Semoga Allah memberi balasan yang baik kepada pelaksananya, meneguhkan mereka dan menjadikan (usaha) mereka bermanfaat untuk kaum muslimin. Sesungguhnya, Ia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa.

Adapun yang menangani semuanya adalah para hafizh Al-Qur’an. Penumbuk gandum menumbuk dengan basmallah, tasbih, tahmid dan takbir. Pembakar roti bekerja dengan basmalah, tasbih, tahmid dan takbir. Kami telah menyaksikan dan mendengarkan mereka tanpa mereka sadari. Maha Suci Allah yang telah membuka pandangan mereka, memberikan taufiq kepada mereka untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya dan menunjukkan kepada mereka jalan yang benar – yang dicita-citakan oleh setiap muslim.

Pada hakikatnya Syaikh yang mulia, siapa saja menyertai mereka pasti akan menjadi da’i ilallah melalui latihan dan lamanya persahabatan. Alangkah baiknya seandainya saya mengenal mereka semenjak saya masih mahasiswa di Universitas dulu, pasti hari ini saya sudah menjadi ‘allamah dalam da’wah dan seluruh ilmu.

Demi Allah, inilah yang saya pertaruhkan kepada-Nya. Dan Ia Yang Maha Berkuasa pasti akan meminta pertanggungjawaban saya terhadap hal inipada hari ketika harta maupun keturunan tidak berguna dan tidak seorang pun yang dapat menolong orang lain.

Alangkah baiknya seandainya para da’i di bawah lembaga Syaikh yang penuh berkah ini berpartisipasi dalam pertemuan ini dan keluar bersama Jamaah untuk belajar keikhlasan, sistem da’wah, akhlak para sahabat, tabi’in dan tabiit-tabi’in. Semoga Allah meridhai mereka semuanya.

Sebagai penutup, saya berdoa kepada Allah agar menunjukkan bahwa yang haq adalah haq dan memberikan kekuatan kepada kita untuk mengikutinya. Semoga Ia mengilhamkan kepada kita kebaikan urusan kita; memberikan keikhlasan dan ketetapan kepada kita; melindungi kita dari keburukan diri, hawa nafsu, syaitan; menolong agama-Nya, meninggikan kalimah-Nya, memuliakan pemerintahan kita dengan Islam dan memuliakan Islam dengan pemerintahan kita. Sesungguhnya Dialah Pemilik dan Penguasa segala urusan.

Shalawat dan salam semoga tetap dilimpahkan ke atas Nabi kita, Muhammmad s.a.w, keluarganya dan sahabat-sahabatnya.

Ditulis oleh ananda murid Syaikh Shalih bin Aly Asy-Syuwaiman.
Perwakilan Da’wah dan Bimbingan Islam di Unaizah.

"Berfikir tanpa kotak"

Ar Ra'isul Mutakallim, Tabligh Ki Zabaan (Lidah Tabligh) Hadrat Maulana Umar Palanpuri Rahmatullahu 'alaihi berkata: "Orang yang kuat adalah orang yang sanggup bertahan dalam arus kerosakan. Orang yang lebih kuat adalah orang yang sanggup melawan arus kerosakan. Namun orang yang paling kuat adalah orang yang sanggup merubah arah arus kerosakan hingga menjadi akannya arus kebaikan.”

“Dajjal bersama tenteranya mempunyai kekuatan yang amat istimewa dan amat tersusun. Begitu juga Yakjuj dan Makjuj membuat huru-hara di seluruh dunia. Kehebatan mereka tiada siapa yang dapat melawan dan orang beriman berundur dengan hanya makan zikir dan tasbih."

"Allah zahirkan kudratnya hanya dengan labah-labah yang kecil dijadikan asbab untuk menggigit tengkuk-tengkuk mereka hingga mati. Mayat mereka begitu busuk diseluruh dunia. Orang beriman tidak tahan terus berdoa pada Allah. Allah ta'ala hantarkan hujan dan banjir menghanyutkan mereka ke laut. Inilah yang akan berlaku di akhir zaman nanti."

"Amalan dakwah memisahkan hak dan batil seperti air menghanyutkan sampah dari emas dan logam-logam yang lain. Namun pekerja² agama jika wujud cinta dunia dalam hati mereka seperti emas dan disaluti logam-logam lain, maka banyak masalah yang akan timbul.”